Cirebon, 12 September 2017. tulisan ini hanya opini dan pemikiran dari pembina, sebagai salah satu perspektif atau cara pandang pribadi bagaiman kita memaknai arti BERKOMUNITAS. jika kita mengacu kepada terjemahan wikipedia Komunitas adalah "sebuah kelompok sosial dari
beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki
ketertarikan dan habitat yang sama. ... Komunitas berasal dari
bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan".
komunitas adalah wahananya orang-orang yang memiliki hoby sama, pada umumnya tujuannya adalah mencari kesenangan, kebahagiaan, kegiatan atau hobi yang sama. Komunitas ada yang non-profit dan sebagian kecil ada juga yang provit. karena komunitas didasari pada kecintaan, kehobian, dan kesukaan yang sama biasanya tingkat loyalitas anggotanya tidak perlu dipertanyakan, mengapa ? karena sudah jelas diawal kebanyakan komunitas adalah non-profit bahkan sebaliknya anggota biasanya yang banyak mengeluarkan uang dan sebagainya demi apa ? demi sebuah kesenangan, kebahagiaan dengan mengusung kata KEBERSAMAAN.
namun faktanya dilapangan karena komunitas adalah gabungan dari bebepa individu tentu saja niat, pemikiran, komunikasi dan tindakan ada saja perbedaan, tidak jarang kerap kali wadah yang namanya komunitas juga menimbulkan komplik-komplik kecil seperti berbeda pandangan, perselisihan dan sebagainya, tapi itu wajar jika masih dalam sekala kecil dan bermaksud untuk perbaikan.
MAKNA LOYALITAS KEPADA KOMUNITAS
apa sebetulnya makna loyalitas kepada komunitas ? Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas
menurut Oxford Dictionary adalah mutu dari sikap setia (loyal),
sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan
dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau
institusi. lalu..apa Makna Loyalitas Kepada Komunitas ? jika saya kembali ke tulisan saya diatas bahwa "karena komunitas didasari pada kecintaan, kehobian, dan kesukaan yang sama" maka tingkat tertinggi manusia itu adalah Cinta, dimana cinta merupakan titik resonan yang paling tinggi. tentunya jika kita mendefinisikan loyalitas pada kalimat saya diatas artinya, setiap anggota sudah bisa saling memberikan solusi, saling jaga, saling dukung, saling membantu, dan saling peduli satu sama lain, tanpa intrik dan modus kepentingan pribadi.
tidak sedikit jika kita perhatikan atau mungkin kita sendiri mengalaminya, sering kali statement kita klise, di sisi lain kita bicara loyalitas, peduli dan sebagainya, tapi di sisi lain sikap, komunikasi kita tidak mencerminkan itu. ada sedikit perbedaan pendapat atau keinginan tidak di akomodir mengancam mengundurkan diri atau keluar, bagi saya ini bukan bentuk loyalitas, bukan bentuk kecintaan, bukan bentuk kepeduliaan. melainkan egoisme berbalut komunitas.
Komunitas adalah wadah yang memiliki kesamaan, bagaimana jika kita tidak cocok ? atau bahkan serting terjadi miss komunikasi ? tentu hal yang pertama harus dilakukan adalah ;
- introspeksi diri, baik pribadi maupun pengurus
- coba buka komunikasi, diskusi yang mengedepankan kesejukan, solusi pada akhirnya kebahagiaan bersama
- jika ada kekurangan pada yang lain, bantu!, lakukan aksi, tidak hanya mengkritisi, berikan contoh yang baik pada yang lain, jadilah Pelopor, baik sikap maupun perkataan.
- hindari kalimat mengancam, karena tidak ada pribadi yang paling unggul, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
- cobalah saling memaafkan karena itu adalah ajaran
- samakan persepsi, kemudian kembali bersama dengan cita rasa yang sama, yaitu cita rasa komunitas
itulah sekelumit tulisan saya, dari perseptif pribadi, tentu masih perlu di sempurnakan, namun demikian semoga memberikan manfaat dan bahan refleksi untuk kita semua. tulisan diatas tidak lepas dari hasil pengamatan kemudian coba di intisarikan, demi sebuah tujuan kebaikan, kebaikan berkomunitas. Tidak ada tujuan untuk menggurui, atau menjastifikasi melainkan hanya sebuah sumbang saran kecil dengan harapan semoga bisa menjadi manfaat.
Salam Solidarity and Humanity
DAAC-007
